Behind the establishment of the Tou Minahasa Association stand eleven dedicated Minahasan leaders and professionals who united their vision for the future of Minahasa. Each of them brought unique expertise and experiences — from education, business, public service, diplomacy, culture, and the diaspora. Together, they shared one common purpose: to safeguard the heritage of Minahasa while preparing its people for a stronger, more prosperous, and globally connected tomorrow.
These founders are the driving force behind the Tou Minahasa Association’s declaration on 16 April 2025 in Jakarta, and their decision was later formalised through Deed of Establishment No. 04 (23 July 2025) and recognised by the Minister of Law of the Republic of Indonesia (14 August 2025).
The founders are also fully aware that the sustainability of Tou Minahasa Association depends on the active involvement of younger generations. For this reason, from the very beginning, they have been preparing and encouraging the next team of young Tou Minahasans to take part, contribute, and eventually lead the Association in the future. This intergenerational approach ensures that the Tou Minahasa Association will remain vibrant, relevant, and forward-looking for decades to come.
Their contributions are more than historical — they symbolise the living spirit of leadership, solidarity, and resilience that has long defined the Minahasan people. Through their legacy, the Tou Minahasa Association stands today as both a home of cultural pride and a platform of progress for Minahasans worldwide.
Here are the founding members:
Di balik berdirinya Perhimpunan Tou Minahasa terdapat sebelas tokoh dan profesional Minahasa yang menyatukan visi mereka untuk masa depan Minahasa. Masing-masing membawa keahlian dan pengalaman yang beragam — dari pendidikan, dunia usaha, pelayanan publik, diplomasi, kebudayaan, hingga diaspora. Namun, mereka dipersatukan oleh tujuan yang sama: melestarikan warisan Minahasa sekaligus menyiapkan masyarakatnya menuju masa depan yang lebih kuat, sejahtera, dan terhubung secara global.
Para pendiri inilah yang menjadi motor penggerak deklarasi Perhimpunan Tou Minahasa pada 16 April 2025 di Jakarta, yang kemudian diformalisasikan melalui Akta Pendirian Nomor 04 (23 Juli 2025) dan disahkan sebagai badan hukum oleh Menteri Hukum Republik Indonesia (14 Agustus 2025).
Para pendiri juga sepenuhnya menyadari bahwa keberlanjutan Perhimpunan Tou Minahasa bergantung pada keterlibatan aktif generasi muda. Oleh karena itu, sejak awal mereka telah mempersiapkan dan mendorong tim generasi muda Tou Minahasa untuk ikut terlibat, berkontribusi, dan pada waktunya memimpin organisasi ini di masa depan. Pendekatan lintas generasi ini memastikan Perhimpunan Tou Minahasa tetap hidup, relevan, dan berorientasi ke depan untuk puluhan tahun mendatang.
Kontribusi mereka lebih dari sekadar catatan sejarah — mereka adalah simbol semangat kepemimpinan, solidaritas, dan daya juang yang telah lama melekat dalam diri masyarakat Minahasa. Melalui warisan ini, Perhimpunan Tou Minahasa berdiri kokoh hari ini sebagai rumah kebanggaan budaya sekaligus wadah kemajuan bagi Tou Minahasa di seluruh dunia.
Berikut adalah anggota pendirinya: